Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Pengurus Masjid Darussalam Biruhun, Simpang Rumbio mengadakan kajian keagamaan bersama Ustad Almawardi Tanjung, S.Ag, Jumat (17/2/2023) malam. Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah serta murid MDA Masjid Darussalam.
Ba’da shalat Isya berjamaah, kegiatan kajian keagamaan memperingati peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tahun 1444 H diawali dengan pembacaan tilawah Al Quran oleh salah seorang Murid MDA Masjid Darussalam.
Selama kajian berlangsung, Ustad Almawardi Tanjung, S.Ag, menyampaikan kisah yang dialami Nabi Muhammad SAW saat melakukan perjalanan spritual yaitu Israk Miraj. Isra Mikraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram di Kota Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina dan kemudian naik ke langit ke tujuh untuk menerima perintah shalat lima waktu dari Allah SWT.
“Nabi Muhammad SAW naik ke surga bersama Malaikat Jibril dan bertemu dengan nabi-nabi yang berbeda-beda, mulai Nabi Adam AS sampai dengan Nabi Musa AS dan Nabi Ibrahim AS. Allah SWT mengintruksikan bahwa umat Islam harus melaksanakan Ibadah Shalat,” ujar Ustad Almawardi Tanjung.
Selanjutnya disampaikan lagi bahwa awalnya shalat harus dilakukan 50 kali sehari, setelah meminta pengurangan dari hasil nasehat para nabi sebelumnya, akhirnya ibadah shalat dilakukan lima waktu sehari yang menjadi kewajiban umat islam. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya kewajiban melaksanakan shalat bagi umat muslim. Selanjutnya Ustad Almawardi Tanjung juga mengimbau agar masyarakat dan jamaah semangat melaksanakan shalat berjamaah di Masjid ini.
“Dalam Peristiwa Isra Mikraj ini, kalau kita hubungkan dengan akal, maka itu tidak mungkin atau tidak masuk akal karena ditempuh terlalu singkat dalam semalam, karena ditempuh dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Israk Miraj ini adalah mukjizat para nabi termasuk Nabi Muhammad SAW dan terjadinya hanya satu kali seumur hidup serta tidak bisa dipelajari dan ditiru oleh para pengikut para nabi tersebut, karena ini khusus diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW,” lanjut Ustad Almawardi Tanjung.
Salah satu tujuan Allah SWT membawa Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra Mikraj adalah untuk menghibur Nabi Muhammad SAW saat dua orang yang paling disayangi oleh beliau meninggal dunia dalam waktu berdekatan, yakni Abu Thalib Bin Abdul Muthalib sebagai paman dan Istri beliau Khadijjah RA Putri Khuwalid Al-Quraisy.
Keduanya dikenal sebagai orang paling membela selama dakwah Rasulullah di Mekah. Sepeninggal Abu Thalib dan Khadijah, perjalanan dakwah Rasulullah semakin terasa sulit, karena tidak ada lagi orang yang membela beliau dan menjadi pelipur laranya.
“Acara ini dilaksanakan untuk meningkatkan iman dan taqwa dan sebagai pengingat bahwa perintah shalat ini wajib, shalatlah sesuai tuntunan yang telah diajarkan Rasullullah SAW,” pesan Ustad Almawardi Tanjung. (amf)

