Generasi Bebas Stunting, Kelurahan Simpang Rumbio Gelar Rembuk Warga


Generasi Bebas Stunting, Kelurahan Simpang Rumbio Gelar Rembuk Warga

Solok, (InfoPublikSolok) – Mengusung tema, Kelurahan Simpang Rumbio Berakhlatul Karimah Wujudkan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Generasi Bebas, Pemerintah Kelurahan Simpang Rumbio menyelenggarakan acara rembuk warga dengan tema Generasi Bebas Stunting di aula kelurahan, Selasa (7/3).

Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua LPMK, Ketua RT, RW, Bidan Pustu, Poskeskel, Bundo Kanduang, Tim Pendamping Keluarga Stunting, Kader Posyandu, Tenaga Pendidik PAUD, TP-PKK, Babinsa, Puskesmas KTK, Bhabinkamtibmas, utusan dari Dinas Pangan, PUPR, Perkim, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Bappeda Kota Solok, dan Baznas Kota Solok.

Acara rembuk dibuka oleh Lurah Simpang Rumbio, Roby Susandra, S.STP. Dalam sambutannya Lurah mengatakan, kegiatan rembuk stunting ini adalah momen musyawarah Kelurahan untuk membicarakan bagaimana mengurangi risiko stunting di Kelurahan Simpang Rumbio yang melibatkan semua pihak terkait.

Roby menyampaikan komitmen Kelurahan Simpang Rumbio untuk menekan angka stunting di Kelurahan Simpang Rumbio dan mengajak OPD terkait dan masyarakat Simpang Rumbio secara bersama-sama melaksanakan intervensi guna menekan angka stunting hingga mencapai angka di bawah 12% dan untuk tahun 2004 diupayakan agar Simpang Rumbio Bebas Stunting sejalan dengan harapan Pemerintah Daerah.

Acara dilanjutkan dengan paparan materi dari narasumber PKB Kelurahan Simpang Rumbio, Lola Febrina, S.EI dengan materi laporan hasil pendampingan tim pendamping keluarga kelurahan Simpang Rumbio tahun 2022.

Rencana lainnya yaitu dengan mengajak masyarakat Simpang Rumbio yang mampu untuk menjadi orang tua asuh anak stunting serta adanya dukungan anggaran Kelurahan tahun 2023 ”Beriman Berjuara.”

Selanjutnya pemateri dari Dinas Pangan memaparkan program yang ada pada Dinas Pangan yaitu PPH (Pola Pangan Harapan) dalam bentuk bantuan media tanam, bibit sayuran agar mendekatkan masyarakat ke akses pangan yang bertujuan meningkatkan status gizi keluarga.

Kemudian dari Dinas PUPR menjelaskan program-program yang ada, antara lain sambungan rumah air bersih dan bantuan pembuangan air limbah bagi keluarga kurang mampu.

Tim dari Puskesmas KTK menambahkan, untuk keluarga yang berisiko stunting diberikan bantuan makanan pendamping ASI, bagi Ibu Hamil yang KEK (Kekurangan Energi Kronik) diberikan makanan tambahan berupa biskuit dan susu untuk Ibu Hamil. Bagi Ibu Hamil yang anemia diberikan konseling gizi dan pemberian tablet tambah darah serta pemeriksaan HB (Hemoglobin), serta memberikan protein hewani kepada Baduta minimal 1 telur 1 hari.

Sebagai penutup pemaparan dari Baznas Kota Solok, mewakili pimpinan Baznas, Ririn Dwi Ariyani, menjelaskan beberapa program-program yang ada dalam rangka pencegahan stunting yaitu Solok Sejahtera dengan pemberian bantuan modal usaha dan rehab rumah untuk keluarga yang berisiko stunting.

Acara rembuk stunting yang mendapatkan antusiasme dari tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Simpang Rumbio ini ditutup dengan penandatanganan bersama pernyataan komitmen publik dalam intervensi penurunan stunting di Kelurahan Simpang Rumbio dan berita acara hasil kesepakatan rembuk stunting. (amf)